Artikel

Praktik Baik

Post Page Advertisement [Top]

Sinergi Kecerdasan Buatan dan Potensi Lokal: Inovasi Energi Berkelanjutan dari Siswa SMPN 2 Mojosari

 Kemajuan teknologi AI dan kepedulian terhadap lingkungan berpadu manis di tangan para siswa SMPN 2 Mojosari. Melalui pemanfaatan alat AI kecerdasan analitis NotebookLM serta penerapan metodologi PID (Pelatihan & Proses Inovasi Digital), tim inovator muda ini berhasil merancang dua solusi ramah lingkungan berbasis potensi lokal: ARAGLOK dan TIRANTARO.

Berawal dari melimpahnya limbah vegetasi di sekitar lingkungan sekolah dan masyarakat, para siswa melakukan studi literatur serta analisis riset mendalam menggunakan NotebookLM. AI bantu ini mempermudah mereka menyintesis jurnal-jurnal ilmiah mengenai pemanfaatan bahan organik secara presisi dan efisien, hingga terciptalah dua produk unggulan:

Dua Inovasi Unggulan Ramah Lingkungan

  • ARAGLOK (Briket Arang Biji Glodokan) Inovasi energi terbarukan yang memanfaatkan limbah biji pohon glodokan yang selama ini mengotori jalanan. Melalui proses karbonisasi dan formulasi terukur, biji glodokan diolah menjadi briket arang berkalori tinggi sebagai sumber energi alternatif yang bersih, hemat, dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

  • TIRANTARO (Anti Rayap Buah Bintaro) Sebuah karya Dual-Solution yang mengolah limbah beracun dari buah bintaro menjadi cairan pelindung infrastruktur kayu yang efektif dan ramah lingkungan. Dengan senyawa alami bio-pestisida dari buah bintaro, TIRANTARO hadir menjadi pelindung infrastruktur berkelanjutan dari serangan hama rayap tanpa mencemari tanah.

"Dari limbah tak dilirik, menjadi solusi energi dan pelindung infrastruktur yang berdampak."


 

Peran NotebookLM & PID dalam Riset Siswa

Pemanfaatan NotebookLM memungkinkan siswa mengekstraksi data riset secara cepat, akurat, dan berbasis bukti ilmiah (evidence-based). Dipadukan dengan alur kerja PID, siswa tidak hanya sekadar membuat produk fisik, tetapi juga membangun dokumen riset yang terstruktur, rasional, dan siap dipertandingkan di tingkat daerah maupun nasional.

Langkah ini membuktikan bahwa siswa SMPN 2 Mojosari tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi mampu menjadi Inovator Muda yang mampu memadukan teknologi digital masa kini demi menjaga kelestarian bumi di masa depan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]